Investasi terbaik yang dilakukan sebuah bangsa
terhadap masa depannya adalah pada bidang pendidikan, salah satunya pada
program penyiapan sumber daya guru yang berkualitas. Hal itu karena guru
menjadi ujung tombak suatu proses pendidikan. Guru yang berkualitas merupakan
guru yang profesional, islami dan berdaya saing tinggi. Berikut adalah pointer gagasan mengenai guru yang
profesional, islami dan berdaya saing tinggi yang kami uraikan berdasar asumsi
dasar bahwa keberhasilan suatu peran bertolak dari jelas dan gamblangnya
gambaran pemahaman atau mindset kita
terhadap peran tersebut.
A. MEMAHAMI HAKIKAT TUGAS KEGURUAN
1.
Guru:
pekerjaan panggilan jiwa
Suatu
pekerjaan berat akan terasa ringan jika dilakukan dengan segenap rasa cinta.
Tugas mendidik generasi merupakan tanggung jawab agung yang diemban oleh
seorang guru. Nasib sebuah bangsa maupun umat ada di pundak guru. Maka
pekerjaan agung ini harus merupakan gerak lahir yang muncul dari dasar jiwa
terdalam seseorang.
2.
Tugas
utama seorang guru: Belajar!
Profesi
guru, semua orang pasti sangat mafhum bahwa pekerjaan utamanya adalah mendidik
dan mengajar. Namun seorang guru profesional adalah guru yang sangat memahami
bahwa tugas mengajar tidak bisa dilakukan dengan efektif dan maksimal hasilnya
kecuali sang guru tersebut yang senantiasa belajar. Maka seorang guru
profesional dan Islami adalah seorang guru pembelajar.
3.
Guru:
sosok berkarakter
Akhir-akhir ini banyak
digembar-gemborkan tentang urgensi pendidikan karakter. Pengkajian maupun seminar-seminar
diadakan dimana-mana, namun tentang bagaimana pendidikan berkarakter, semakin
banyak dikaji semakin bias maksudnya. Bagi kami, pendidikan karakter bagi peserta
didik takkan bisa di rasakan efektif hasilnya tanpa terlebih dahulu mencetak
guru-guru yang berkarakter. Dan satu elemen yang mesti ada dalam karakter
seorang guru adalah passion yang ia
miliki dalam menerapkan nilai-nilai ideal seperti kedisiplinan, kesungguhan,
kejujuran, kedermawanan dan akhlak luhur lainnya bagi diri dan peserta didiknya,
maka dengan begitu, seorang guru akan memiliki karakter yang kuat yang akan
memunculkan pengaruh pada peserta didiknya.
4.
Guru:
pekerjaan syurga
Pada hakikatnya,
pekerjaan seorang guru adalah mewariskan ilmu yang bermanfaat, baik ilmu agama
yang ia miliki untuk ia dakwahkan, juga ilmu dari bidang studi yang ia ajarkan.
Dalam banyak hadits dikabarkan begitu banyak keutamaan yang didapatkan seorang
guru, terutama guru yang berjiwa ustadz, atau guru yang bukan hanya mengajarkan
ilmu dari bidang studi yang diampunya, tapi juga menghubungkannya dengan fungsi
penghambaan pada Rabbnya.
B.
GURU DAN AMBISI MEMPERBAHARUI DIRI
Pekerjaan sebagai seorang
guru mengharuskan seseorang untuk terus memperbaharui dirinya. Bagaimana tidak,
jika zaman terus berubah, ilmu pengetahuan selalu berkembang, dan tentu saja usia
seorang guru senantiasa bertambah, jika diantara semua hal yang berubah
tersebut tidak dibarengi dengan wawasan, ilmu, maupun kompetensi yang juga
tidak berubah, maka suatu keniscayaan kita akan menjadi guru yang terlindas
zaman. Menjadi guru yang miskin nilai karena tak ada sesuatupun yang baru, yang
berubah, yang akan didapatkan oleh murid-muridnya. Maka seorang guru yang
profesional dan Islami merupakan seorang guru yang memiliki hasrat yang tinggi
untuk senantiasa memperbaharui diri, tak kenal usianya sudah udzur dimakan waktu,
terlebih para guru yang masih muda, semuanya berkewajiban untuk senantiasa
meng-up grade ilmu dan kompetensinya,
paling minimal ia harus selalu meningkatkan kemampuan wajib seorang guru, yakni
kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, serta
kompetensi sosial. Wallahu a’lam bish
shawwab.(Abu Usamah UTR)