Total Tayangan Halaman

TIME

Senin, 13 Februari 2012

MENJADI GURU PROFESIONAL DAN ISLAMI


Investasi terbaik yang dilakukan sebuah bangsa terhadap masa depannya adalah pada bidang pendidikan, salah satunya pada program penyiapan sumber daya guru yang berkualitas. Hal itu karena guru menjadi ujung tombak suatu proses pendidikan. Guru yang berkualitas merupakan guru yang profesional, islami dan berdaya saing tinggi. Berikut adalah pointer gagasan mengenai guru yang profesional, islami dan berdaya saing tinggi yang kami uraikan berdasar asumsi dasar bahwa keberhasilan suatu peran bertolak dari jelas dan gamblangnya gambaran pemahaman atau mindset kita terhadap peran tersebut.

A. MEMAHAMI HAKIKAT TUGAS  KEGURUAN
1.       Guru: pekerjaan panggilan jiwa
Suatu pekerjaan berat akan terasa ringan jika dilakukan dengan segenap rasa cinta. Tugas mendidik generasi merupakan tanggung jawab agung yang diemban oleh seorang guru. Nasib sebuah bangsa maupun umat ada di pundak guru. Maka pekerjaan agung ini harus merupakan gerak lahir yang muncul dari dasar jiwa terdalam seseorang.
2.       Tugas utama seorang guru: Belajar!
Profesi guru, semua orang pasti sangat mafhum bahwa pekerjaan utamanya adalah mendidik dan mengajar. Namun seorang guru profesional adalah guru yang sangat memahami bahwa tugas mengajar tidak bisa dilakukan dengan efektif dan maksimal hasilnya kecuali sang guru tersebut yang senantiasa belajar. Maka seorang guru profesional dan Islami adalah seorang guru pembelajar.
3.       Guru: sosok berkarakter
Akhir-akhir ini banyak digembar-gemborkan tentang urgensi pendidikan karakter. Pengkajian maupun seminar-seminar diadakan dimana-mana, namun tentang bagaimana pendidikan berkarakter, semakin banyak dikaji semakin bias maksudnya. Bagi kami, pendidikan karakter bagi peserta didik takkan bisa di rasakan efektif hasilnya tanpa terlebih dahulu mencetak guru-guru yang berkarakter. Dan satu elemen yang mesti ada dalam karakter seorang guru adalah passion yang ia miliki dalam menerapkan nilai-nilai ideal seperti kedisiplinan, kesungguhan, kejujuran, kedermawanan dan akhlak luhur lainnya bagi diri dan peserta didiknya, maka dengan begitu, seorang guru akan memiliki karakter yang kuat yang akan memunculkan pengaruh pada peserta didiknya.
4.       Guru: pekerjaan syurga
Pada hakikatnya, pekerjaan seorang guru adalah mewariskan ilmu yang bermanfaat, baik ilmu agama yang ia miliki untuk ia dakwahkan, juga ilmu dari bidang studi yang ia ajarkan. Dalam banyak hadits dikabarkan begitu banyak keutamaan yang didapatkan seorang guru, terutama guru yang berjiwa ustadz, atau guru yang bukan hanya mengajarkan ilmu dari bidang studi yang diampunya, tapi juga menghubungkannya dengan fungsi penghambaan pada Rabbnya.

B. GURU DAN AMBISI MEMPERBAHARUI DIRI
                Pekerjaan sebagai seorang guru mengharuskan seseorang untuk terus memperbaharui dirinya. Bagaimana tidak, jika zaman terus berubah, ilmu pengetahuan selalu berkembang, dan tentu saja usia seorang guru senantiasa bertambah, jika diantara semua hal yang berubah tersebut tidak dibarengi dengan wawasan, ilmu, maupun kompetensi yang juga tidak berubah, maka suatu keniscayaan kita akan menjadi guru yang terlindas zaman. Menjadi guru yang miskin nilai karena tak ada sesuatupun yang baru, yang berubah, yang akan didapatkan oleh murid-muridnya. Maka seorang guru yang profesional dan Islami merupakan seorang guru yang memiliki hasrat yang tinggi untuk senantiasa memperbaharui diri, tak kenal usianya sudah udzur dimakan waktu, terlebih para guru yang masih muda, semuanya berkewajiban untuk senantiasa meng-up grade ilmu dan kompetensinya, paling minimal ia harus selalu meningkatkan kemampuan wajib seorang guru, yakni kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, serta kompetensi sosial. Wallahu a’lam bish shawwab.(Abu Usamah UTR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar