“Kepada
penghuni kamar 1, 3 dan 4, diharap untuk segera berkumpul di RSG!!!”, kira-kira
begitu instruksi sang wali asrama kepada para santri anggota asramanya.
Selanjutnya, hitungan dibarengi gerak naik turun badan yang biasa disebut
dengan push up pun menjadi panorama
Zubair ba’da isya itu.
He...he...he..., kelihatannya malam
itu para santri tersebut terpaksa untuk menjalani punishment. Pasalnya, meninggalkan kamar tak berpenghuni dengan
kondisi putaran baling berangin alias kipas angin masih menyala, eh...berputar.
Yupz,
salah satu kesepakatan akan aturan yang diterapkan adalah berkenaan dengan
penggunaan sarana wal prasarana, dalam bab ini yaitu mengenai kipas angin yang
harus almarhum (baca:dimatikan)
ketika para penghuninya keluar untuk beraktifitas. Mengapa aturan ini? Itu
karena visi yang pernah disampaikan oleh wali asrama yang salah satunya tentang
rasa tanggung jawab santri Zubair yang harus senantiasa terpupuk (emangnya
taneman po’on). Maka dari itu, untuk para anak-anakku Bani Zubair (maksudnya
anak-anak Zubair), menjadi pribadi disiplin dan bertanggungjawab, yuk sama-sama
kita LANJUTKAN!!!☺(Pagi indah
di Zubair, 22 Juli ’09)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar