Salah satu
yang sering dikoar-koar oleh wali asrama (dan wakilnya) adalah tentang habits atawa kebiasaan yang positif yaitu menyibukkan
diri di waktu pagi. It means, waktu
pagi terutama setelah sholat shubuh sering digunakan oleh banyak santri untuk
kembali melanjutkan aktivitas malamnya alias tidur, padahal pagi dan malam kan
beda, sebagaimana malam yang nggak sama dengan pagi (koq dibolak-balik ya?!#@!).
Waktu malam adalah waktu yang amat sangat paling tepat untuk merapatkan mripat (baca: mata, –bahasa djawa-),
sedangkan waktu pagi adalah waktu yang paling sangat amat pantas untuk beraktifitas,
hingga semua pekerjaan tuntas, tas...tas...
Bicara pekerjaan, kan banyak sekali
tuh yang bisa kita bereskan, contoh untuk skala kamar tidur, kita bisa
merapikan tempat tidur beserta spreinya, bantal beserta gulingnya, buku-buku
beserta meja belajarnya, lantai beserta segala kekotoran dan kekacauan
kondisinya, ininya beserta itunya, itunya beserta ininya, puokoknya buanyak deh
yang bisa dikerjakan. Eh itu baru skala kamar tidur lho, belum bicara koridor,
RSG, halaman asrama,de el el. Jadi, ngeliat setumpuk pekerjaan
(baca:tanggungjawab) kaya gitcu, kayaknya back
to sleep in the morning bukan pilihan tepat dech. Kalo alasan itu semua
belum cukup, terakhir nih ustadz tunjukkin doa Rosululloh yang hanya dimengerti
oleh mereka yang menggelorakan pagi dengan aktivitas, ingat!!! hanya mereka
yang mengerti akan keutamaan waktu pagi, bukan yang habis shubuh diterusin
tidur lagi. Rasululloh pernah berdoa; “Ya Alloh, berkahilah umatku di waktu
pagi(HR. Abu Daud). (Pagi yang hebat di Zubair,25 Juli ’09)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar