Total Tayangan Halaman

TIME

Kamis, 16 Februari 2012

Catatan Harian Republik Zubair 3: Yuk Gelorakan pagi......


Salah satu yang sering dikoar-koar oleh wali asrama (dan wakilnya) adalah tentang habits  atawa kebiasaan yang positif yaitu menyibukkan diri di waktu pagi. It means, waktu pagi terutama setelah sholat shubuh sering digunakan oleh banyak santri untuk kembali melanjutkan aktivitas malamnya alias tidur, padahal pagi dan malam kan beda, sebagaimana malam yang nggak sama dengan pagi (koq dibolak-balik ya?!#@!). Waktu malam adalah waktu yang amat sangat paling tepat untuk merapatkan mripat (baca: mata, –bahasa djawa-), sedangkan waktu pagi adalah waktu yang paling sangat amat pantas untuk beraktifitas, hingga semua pekerjaan tuntas, tas...tas...

            Bicara pekerjaan, kan banyak sekali tuh yang bisa kita bereskan, contoh untuk skala kamar tidur, kita bisa merapikan tempat tidur beserta spreinya, bantal beserta gulingnya, buku-buku beserta meja belajarnya, lantai beserta segala kekotoran dan kekacauan kondisinya, ininya beserta itunya, itunya beserta ininya, puokoknya buanyak deh yang bisa dikerjakan. Eh itu baru skala kamar tidur lho, belum bicara koridor, RSG, halaman asrama,de el el. Jadi, ngeliat setumpuk pekerjaan (baca:tanggungjawab) kaya gitcu, kayaknya back to sleep in the morning bukan pilihan tepat dech. Kalo alasan itu semua belum cukup, terakhir nih ustadz tunjukkin doa Rosululloh yang hanya dimengerti oleh mereka yang menggelorakan pagi dengan aktivitas, ingat!!! hanya mereka yang mengerti akan keutamaan waktu pagi, bukan yang habis shubuh diterusin tidur lagi. Rasululloh pernah berdoa; “Ya Alloh, berkahilah umatku di waktu pagi(HR. Abu Daud). (Pagi yang hebat di Zubair,25 Juli ’09)
               

Tidak ada komentar:

Posting Komentar