Total Tayangan Halaman

TIME

Kamis, 01 Maret 2012

PUISIKU UNTUKMU CALON SUAMI


Saat langkah kaki tlah mulai kau tempuh
Atas kalimat-Nya kau halalkan ia
Sungguh itu bukanlah sembarang sumpah
Mitsaqan ghalizhzhan Al-Qur’an menyebutnya

Saudaraku, inilah satu fase baru hidupmu
Bersama seseorang kau coba raih ridha-Nya
Maka muliakanlah sahabatmu
Sebagaimana sang manusia mulia sangat memuliakan kaum mereka

Rumah tangga ibarat kendaraan
Yang kau kemudikan ke arah tempat tujuannya
Maka menjadilah pengemudi yang baik
Dengan ilmu sebagai rambu-rambu

Sederhana pesan yang ingin kusampaikan
Kepadamu, tentunya juga kepadaku
Bahwasanya ilmu adalah sebelum segala sesuatu
Lebih dari itu, menjadilah kita para pecinta ilmu
Selalu...

Baarakallahu laka, wa baaraka ‘alaika, wa jama’a bainakumaa fii khair (HR. at-Tirmidzi)

Cihideung forest, 18 June ‘09
bINGKIS Kata untuk uSt. As'Ad
  -U3 & V3-

SEKILAS PERKATAAN SALAF TENTANG URGENSI WAKTU


                 Al-Imam asy-Syafi’i ketika mengomentari surat al-Ashr mengatakan: “Seandainya Allah tidak menurunkan hujjah atas makhluknya kecuali surat ini, niscaya ia mencukupi mereka”.
Saudara-saudara seiman, Islam adalah agama yang sempurna dan menyeluruh yang mengatur tentang segala aspek kehidupan kita. Salah satu aspek yang bernilai agung yang di ajarkan dalam Islam adalah dalam keitannya dengan konsep waktu dan pemanfaatannya. 

                 Di dalam surat al-Ashr, betapa Allah memberikan satu rumus yang sangat jelas tentang orang beriman kaitannya dengan waktu. Bahwa orang yang beriman adalah yang benar-benar memanfaatkan waktunya, dan hanya merekelah orang-orang yang beruntung itu. Sebaliknya, orang-orang yang merugi adalah orang yang menyia-nyiakan amanah waktu yang Allah titipkan untuknya. Maka marilah kita menggunakan waktu kita seoptimal mungkin, baik untuk urusan duniawi terlebih untuk urusan ukhrawi. Dan janganlah kita termasuk seperti orang yang dibicarakan oleh sahabat mulia berikut ini:  

Ibnu Mas’ud Radhiallahu anhu berkata :
“Sungguh saya benar-benar membenci orang yang kosong, tidak beramal untuk dunia dan tidak beramal pula untuk akhirat.” [Bayan Fadhli ilmis salaf hal. 38]

PUISI DARI SEORANG TEMAN


Bismillah…

Di kota Satria…
Terik mentari belum begitu menyengat
Aroma embun pun belum sempurna sirna
Genit burung-burung sempurnakan nuansa
Dan engkau hadir dalam takdir-Nya

Tangga usiamu kini mencapai satu tahun kurang
Disaat sang panutan bersatu dengan belahan jiwanya

Dan tubuhmu masih tegak di kota ini
Membangun cita dari bata tarbiyah dengan lekatan ukhuwah…

Saudaraku, ana uhibbuka Fillah…
Saudaraku, ana uhibbuka Lillah…

Sungguh Alloh menciptakan manusia dengan takdirnya masing-masing
Sungguh Alloh telah menghadirkan dirimu dalam bait prosa yang berbeda
Hadir dalam azzammu memperbaiki
Menggurat sejarah dengan kecintaan kepada Rosul dan atsarnya
Maka tetaplah seperti itu
Menjadi bagian dari kehidupan yang engkau citakan

Maka hadirlah dengan khasmu, tidak yang lain
Berbuatlah meski engkau hanya mampu mengerdipkan mata disaat itu

Sempurnakanlah sejarahmu !

                                                                                                                                               
abdu thoyyib *

* Gores tausyiah seorang al-akh fillah
   Pada perjumpaan lingkaran ukhuwwah di jalan dakwah
   Di hari miladku yang ke-24
   Ya Alloh ridhoilah perjalanan kami menuju-Mu...
Abdurrahman Syahadah UTR

LETS LEARN FROM THEM

            Pare is one of subdistrict in kediri regency and east java province who has spectacular achievement. As a little town, Pare is known as an english village. It’s name is famous in around of Indonesia as a village that become purpose to them who wants to study english or to increase their english ability. And for it intention that we had sent there.
 
            More than three weeks we had spent our holiday in Pare to study more about english. For each of us, three weeks could be too short to learn and mastery about english. But however, we have got spent our time to study english in Pare, at least our knowledge or skill about english might be increasing.
 
            There is many reasons why that Pare became such as famous village to study about english. As a student of one of the biggest english course institution in Pare namely Basic English Course (BEC), I’ll try to explain it with my experience for more than three weeks there and what is the special side of english learning in Pare, especially at BEC. But before it, I will explain about BEC as one of biggest english course in Pare and its contribution to make Pare became famous as an english village.
 
            BEC was found in 1977 and became one of pioneer in english course in Pare. It history couldn’t be detached from one name, Muhammad Kalend. Mr. Kalend is the founder of BEC and lead the institution till now. His merit is uncountable to make Pare just like we know nowadays. Under his handling, BEC and Pare were becoming a spectacular name to learning english. The economic movement of this village were growing drastic.
 
            As the one of the biggest english course institution, BEC had graduated many students who has good ability to use english for it necessary. Several times this course has covered by some television station. It makes this course is the famous english course in pare and hunted by many students candidate.
 
            BEC as an english course institution has many superiority compare with the others english course institution in Pare. As one of pioneer of english course in Pare, it is one of superiority that BEC hold it. Beside it, the superiority of BEC can divide from their human resource and the values system that they have built it. Talking about their human resources is couldn’t be detached from the BEC’s leader Mr. Kalend. He has strong influence in BEC history until BEC became as big as now. I think Mr. Kalend was such a great leader. He leads the institution with strongly principe, such as discipline, tidiness, honesty, sportifity, resoluteness and familiarly. And he was became the first model to perform those principe. Maybe it is the only reason that BEC could developt their values system. In every lesson meeting, all theachers always come on time. And twice that we had class with Mr. Kalend is always he is the first person that has coming. Some teachers said that Mr. Kalend always comes ten minutes before the event were begin. He was a key figure on BEC expansion.(abu usamah UTR)

SUATU AHAD DI BULAN FEBRUARI (Sebuah Catatan Pengalaman Menghadiri Ceramah Syaikh Abdur Razaq)


            Ahad, 19 Februari 2012, setelah dua tahun yang lalu di tempat yang sama, kaum muslimin memadati masjid Istiqlal demi menghadiri muhadlarah dari seorang ulama Madinah an-Nabawiyah, hari ini peristiwanya berulang. Syaikh Prof. Dr. Abdur Razaq bin Abdil Muhsin bin Hammd al-Badr, kembali menyambangi Indonesia dan bersilaturrahim dengan kaum muslimin di berbagai daerah. Di Jakarta, kembali beliau berceramah di hadapan ribuan jama’ah.

 Istiqlal pagi hingga siang itu benar-benar diwarnai oleh panorama yang berbeda dari hari-hari maupun pagelaran yang biasa diadakan. Dari lantai dasar hingga lantai teratas wilayah bangunan Istiqlal yang megah, padat terisi oleh ribuan jama’ah yang datang dari seantero Jabodetabek, ditambah Bandung bahkan Lampung.

 Istiqlal pagi hingga siang itu benar-benar serasa seperti berada di kota suci Madinah al-munawarah (Lebay ah...). Terasa menentramkan dan menyejukkan, berada diantara saudara kaum muslimin yang mencoba untuk iltizam kepada Islam berdasar pemahaman generasi awal dari umat mulia ini. Kaum lelaki dengan pakaian gamis atau koko plus celana anti isbalnya. Para akhwat sekaligus ummahat yang begitu pandai menjaga dirinya dengan busana takwa yang menutup seluruh bagian auratnya. Subhaanallah, walau pagi itu Jakarta dan sekitarnya diguyur hujan yang cukup deras, tak menyurutkan niat dan semangat kami untuk menyimak buah tutur seorang syaikh ahlussunnah hafizhahullah Ta’ala.

Ada satu optimisme yang seketika menyemburat kurasa dalam jenak-jenak itu di Istiqlal, yakni tentang harapan akan negeri ini, kaum muslimin di negara ini, mengenal, menganut, dan menjalankan perintah agama mereka berdasar pemahaman yang benar yang dibawa oleh generasi pendahulu yang shalih dari umat ini. Di sela carut-marut persoalan yang menimpa bangsa ini, kuyakin Allah akan memberikan pertolongan kepada umat-Nya yang masih mau untuk menjalankan syariatnya dengan benar, hingga dapat menuntun bangsa ini menuju negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Dengan bimbingan para ulama dan asatidz, insyaAllah kita bangun umat ini menjadi lebih baik, sebagaimana hakikat kebaikan yang tak pernah habis yang menjadi faidah bagi sebuah umat yang berpegang teguh pada pusaka yang ditinggalkan oleh Nabi akhir zaman, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Wallahu a’lam bish shawwab (abu usamah UTR)

Kamis, 16 Februari 2012

Catatan Harian Republik Zubair 2: Atlet Push up......



                “Kepada penghuni kamar 1, 3 dan 4, diharap untuk segera berkumpul di RSG!!!”, kira-kira begitu instruksi sang wali asrama kepada para santri anggota asramanya. Selanjutnya, hitungan dibarengi gerak naik turun badan yang biasa disebut dengan push up pun menjadi panorama Zubair ba’da isya itu.
             
           He...he...he..., kelihatannya malam itu para santri tersebut terpaksa untuk menjalani punishment. Pasalnya, meninggalkan kamar tak berpenghuni dengan kondisi putaran baling berangin alias kipas angin masih menyala, eh...berputar. 

Yupz, salah satu kesepakatan akan aturan yang diterapkan adalah berkenaan dengan penggunaan sarana wal prasarana, dalam bab ini yaitu mengenai kipas angin yang harus almarhum (baca:dimatikan) ketika para penghuninya keluar untuk beraktifitas. Mengapa aturan ini? Itu karena visi yang pernah disampaikan oleh wali asrama yang salah satunya tentang rasa tanggung jawab santri Zubair yang harus senantiasa terpupuk (emangnya taneman po’on). Maka dari itu, untuk para anak-anakku Bani Zubair (maksudnya anak-anak Zubair), menjadi pribadi disiplin dan bertanggungjawab, yuk sama-sama kita LANJUTKAN!!!☺(Pagi indah di Zubair, 22 Juli ’09)