Kediri, siapa sangka aku akan kembali
ke kota ini setelah empat tahun berlalu dari kunjunganku yang pertama. Berbeda maksud
dan tujuan jelas, karena di tahun 2011 ku datang ke sini untuk menimba ilmu
bahasa Inggris di kecamatan Pare. Waktu itu
aku masih mengabdi sebagai seorang guru di sebuah sekolah berasrama nan indah
di ujung paling barat pulau Jawa.
Kali ini misi kedatanganku ke kota
Kediri sedikit berbeda. Bersama beberapa rekan seprofesi-sekantor, ku sambangi
kota ini untuk sebuah maksud yang berkenaan dengan proyek penelitian kami. Kediri
merupakan kota kedua dari lokasi penelitian dalam topic yang kali ini sedang
kami kaji. Selama sekira 5 hari kami berjibaku di sekitar wilayah kota maupun kabupaten Kediri, demi memungut informasi demi informasi yang terserak yang kami
asumsikan bisa kami dapatkan di kota ini.
Ternyata kami salah, tidak seperti
pengambilan data di lokasi sebelumnya –Sampit, Kalteng-, yang kami banyak
menemukan informasi-informasi yang menarik terkait tema penelitian kami, di
kota Kediri kami cenderung mendapatkan data dan informasi yang datar. Mengapa
demikian, mungkin memang pemilihan lokasi yang kurang tepat, sebagai akibat
dari pengkajian yang kurang matang sebelum memilih dan menentukan lokasi
penelitian. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk kami (gue) dalam kaitannya
dengan status yang belum lagi resmi sebagai seorang (calon) peneliti. Yaaah,
lumayanlah pelajarannya cukup mengena. Paling nggak saat diriku kelak telah
mengikuti diklat peneliti LIPI dan resmi berstatus sebagai peneliti pertama,
pada saat menangani pokja dan mendisain rencana penelitian bisa membuat rancangan
yang lebih keren.
Lantas apa yang menarik dari
perjalanan ke Kediri ini. Sebenernya bisa menjadi sangat menarik jika bisa
menyempatkan waktu untuk mampir-mampir sebentar ke tempatku dahulu menimba ilmu
selama sekira sebulan di sebuah lembaga bernama Basic English Course (BEC). Dikarenakan waktu yang begitu sempit,
disela-sela agenda snow-ball memburu
informan yang begitu padat tak beraturan, ke Pare dua kali hanya bisa melintas
sekali, itu pun hanya melewati jalanan masjid tempat kami biasa menunaikan
shalat rawatib –yang saya sendiri lupa nama masjid maupun jalannya-, sebuah jalan
utama di kampong Inggris Pare yang ramai.
Kalaupun ada yang lumayan menarik dari
momen selama kami di Kediri kali ini, mungkin itu menjadi milik suatu momen
dimana kami harus bersesakan dengan barang-barang yang kami bawa. Kebetulan sebelum
bertolak kembali ke Jakarta pada Sabtu sore, siangnya kami menyempatkan diri
untuk berbelanja oleh-oleh. Ternyata masing-masing dari kami membeli oleh-oleh
yang cukup banyak sehingga memenuhi xenia
yang menemani kami selama berada di Kediri. Walhasil, jadilah mobil itu
seperti kendaraan cargo yang sedang akan mengantar barang titipan para
konsumen. Namun, 'ala kulli haal, perjalanan ini menjadi catatan yang menambah
pengalamanku turun ke lapangan dalam rangka pengambilan data penelitian,
disamping pengalaman-pengalaman lainnya. Semoga kesempatan ke depan yang
pastinya semakin banyak turun ke lapangan, akan semakin baik persiapannya, sehingga
diperoleh output yang memenuhi
kualifikasi laporan penelitian yang berkualitas dan mampu bersaing dengan para
peneliti senior yang telah malang melintang sebagai peneliti profesional, baik
skala nasional maupun internasional. Amiin (Senayan, 020715)

salam kenal dari daihatsu-tulungagung.com, semoga yg punya blog ini bisa punya mobil daihatsu. Amin
BalasHapusDealer Daihatsu Kediri
BalasHapusSalam kenal dari khitan.cahkediri.com
Jasa Khitan Kediri Kota dan Kediri Kabupaten
Salam kenal dari dealerdatsunkediri.com Dealer resmi Datsun di area Kediri, Nganjuk, Blitar dan Tulungagung.
BalasHapussemoga yang punya blog ini bisa beli mobil datsun di Dealer Datsun Kediri